Painting the Sky

Melukis Langit

Painting the Sky (Melukis Langit) National Geographic

A brilliant blur as it plucks a butterfly from the air, the European bee-eater leads a colorful life on three continents.
Berkas kabur yang cerah seiring ia menyambar seekor kupu-kupu di udara, burung pemburu lebah (kirik-kirik) asal Eropa membawa kehidupan yang berwarna pada tiga benua.

By Bruce Barcott
Oleh Bruce Barcott
Photograph by Jözsef L. Szentpéteri
Foto oleh Jözsef L. Szentpéteri

Some birds were made for poems. Keats had his nightingale, Poe his raven. The European bee-eater's life is more like an epic novel, sprawling across continents, teeming with familial intrigue, theft, danger, chicanery, and flamboyant beauty.
Beberapa burung diciptakan untuk puisi-puisi. Keats memiliki nightingale-nya, Poe dengan gagaknya. Kehidupan kirik-kirik asal Eropa lebih seperti novel epik, melintasi benua-benua, dipenuhi dengan intrik keluarga, perampokan, bahaya, penipuan, dan keindahan yang berwarna-warni.

The bee-eater darts across the sky in a gaudy patchwork suit: a chestnut crown, black robber's mask, turquoise breast, and throat feathers the hue of ripening wheat. Just the outfit for a bird that refuses to play it safe.
Kirik-kirik meluncur melintasi angkasa dalam pakaian menyolok yang berwarna-warni: sebuah mahkota coklat kemerahan, topeng perampok berwarna hitam, dada biru-hijau, dan bulu leher dengan warna gandum matang. Pakaian yang tepat untuk burung yang menolak bermain aman.

True to their name, bee-eaters eat bees (though they'll prey on dragonflies, moths, termites, butterflies—just about anything that flies). When the bird chases a bee, it flies like a heat-seeking missile, matching its prey's every twist and swoop. After a midair snatch, the bee-eater returns to its perch to de-venom the bee. It's a brutally efficient operation. Grasping the bee in its beak, the bird bashes the insect's head on one side of the branch, then rubs its abdomen on the other. The rubbing causes the stunned, sometimes headless bee to flush its toxins.
Benar sesuai namanya, kirik-kirik memakan lebah (meskipun burung ini juga akan memangsa capung, ngengat, rayap, kupu-kupu – hampir apa pun yang terbang). Ketika burung itu mengejar seekor lebah, ia terbang bagai rudal pencari panas, mencocokkan setiap tukikan dan putaran mangsanya. Setelah penangkapan di udara, kirik-kirik kembali ke tempat bertenggernya untuk mengeluarkan racun dari serangga itu. Itu adalah operasi yang brutal dan efektif. Menjepit dengan paruhnya, burung tersebut membenturkan kepala serangga itu pada sisi lain dari dahan, lalu menggosokkan perutnya pada sisi lainnya. Penggosokan menyebabkan lebah pingsan, kadang tidak berkepala untuk mengeluarkan racunnya.

It's a good life, growing up as a European bee-eater (Merops apiaster). The vast majority form clans that raise young in the spring and summer in a wide swath from Spain to Kazakhstan (a smaller group lives mainly in South Africa). Farmland, fields, and river valleys provide a bounty of insect hatches. Flocks of bee-eaters follow tractors as they churn up croplands. When they come upon a hive, the birds gorge themselves—a researcher once found a hundred bees in the stomach of a bee-eater near a hive. Some beekeepers are apt to shoot the birds, viewing them as profit-killing pests.
Sebuah kehidupan yang baik, tumbuh sebagai seekor kirik-kirik eropa (Merops apiaster). Hampir semuanya membentuk suku-suku yang membesarkan anaknya pada musim semi dan panas dalam jangkauan yang luas dari Spanyol hingga Kazakhstan (kelompok yang lebih kecil kebanyakan tinggal di Afrika Selatan). Tanah pertanian, ladang, dan lembah sungai menyediakan banyak hasil penetasan serangga. Kawanan bee-eater mengikuti traktor seiring mereka mengaduk tanah hasil panen. Ketika menemukan sarang, burung-burung tersebut makan dengan rakus – seorang peneliti pernah menemukan seratus lebah di dalam perut seekor kirik-kirik di dekat sarang. Beberapa penjaga lebah tangkas untuk menembak burung, memandang mereka sebagai hama-hama pelumat keuntungan.

European honeybees overwinter by hunkering down in the hive, which dries up the bee-eater's main source of food. So, in late summer, the young bee-eater's idyll ends as its clan begins a long, dangerous journey. Massive flocks of bee-eaters from Spain, France, and northern Italy cross the Strait of Gibraltar, on their way over the Sahara to their wintering grounds in West Africa. Bee-eaters from Hungary and other parts of central and eastern Europe cross the Mediterranean Sea and Arabian Desert to winter in southern Africa. "It's an extremely risky stratagem, this migration," says C. Hilary Fry, a British ornithologist who has studied European bee-eaters for more than 45 years. As they converge on the Mediterranean, the birds often find themselves eluding Eleonora's falcons, which prey on migrating songbirds to feed their hatchlings. "At least 30 percent of the birds will be knocked out by predators or other factors before they make it back to Europe the following spring," Fry says.
Lebah madu asal Eropa (Apis mellifera) melewatkan waktu musim dingin dengan tinggal di dalam sarang mereka, yang mengurangi sumber makanan utama kirik-kirik. Maka, pada akhir musim panas, masa kelimpahan kirik-kirik muda berakhir seiring sukunya memulai perjalanan panjang dan berbahaya. Sejumlah besar kawanan kirik-kirik dari Spanol, Perancis, dan Italia utara menyeberangi Selat Gibraltar, dalam perjalanan itu melalui Sahara menuju tanah-tanah musim dingin mereka di Afrika Barat. Kawanan kirik-kirik dari Hungaria dan bagian-bagian lain Eropa tengah dan timur menyeberangi Laut Mediterania dan Gurun Arab menuju musim dingin di Afrika selatan. “Hal ini adalah siasat yang sangat berisiko, migrasi ini,” kata C. Hilary Fry, seorang ahli ornitologi dari Inggris yang telah mempelajari European bee-eater selama lebih dari 45 tahun. Ketika mereka berkumpul di Laut Mediterania, burung-burung tersebut sering menemukan diri mereka sendiri menghindari elang kecil Eleonora (Falco eleonorae) yang memangsa burung penyanyi yang bermigrasi untuk memberi makan anak-anak hasil penetasan. ”Paling sedikit 50 persen dari burung akan mati oleh pemangsa atau faktor lain sebelum mampu kembali ke Eropa pada musim semi berikutnya,” kata Fry.

Once the birds arrive in Africa, the social season kicks into high gear. Male bee-eaters stick with their own clan, while females leave to add their genes to a distant pool. Grass fires sometimes function as mixers, drawing bee-eaters from miles around to feast on the fleeing insects. Spanish-born males meet Italian-born females, Hungarian birds meet Kazakhs, and mates pair up for life. Come April, it's back to Europe. Yearling males return to their natal grounds with new mates. Home is usually a sandstone cliff or sandy riverbank shot through with used burrows, oval tunnels as long as a man's leg and wide as a fist. Not keen to start a family in a soiled nest, bee-eaters will pass up existing burrows and excavate their own. They peck and scrape for up to 20 days straight. By the end of the job they've moved 15 to 26 pounds of soil—more than 80 times their weight—and chipped a sixteenth of an inch off their beaks.
Setelah kawanan burung tiba di Afrika, musim kawin menjadi sangat sibuk. Kirik-kirik jantan melekat pada kawanan, sementara yang betina pergi untuk menambahkan gen ke kelompok yang jauh. Kebakaran-kebakaran rumput kadang-kadang berfungsi sebagai pencampur, menarik para bee-eater bermil-mil jauhnya untuk pesta makan serangga-serangga yang sedang melarikan diri. Jantan kelahiran Spanyol berjumpa betina kelahiran Italia, burung-burung Hungaria bertemu burung-burung Kazakhstan, dan kawin berpasangan seumur hidup. Ketika April tiba, kawanan burung kembali ke Eropa. Jantan berusia satu tahun kembali ke tanah kelahiran dengan pasangan baru. Rumah biasanya berupa sebuah tebing batu pasir atau tepian sungai berpasir yang dilubang-lubangi dengan liang-liang yang telah digunakan, terowongan-terowongan lonjong sepanjang kaki manusia dan selebar kepalan tangan. Tidak ingin untuk memulai keluarga pada sarang bertanah, kirik-kirik akan meninggalkan liang-liang yang sudah ada dan menggali miliknya sendiri. Kirik-kirik mematuk dan mengerik hingga 20 hari berturut-turut. Pada akhir pekerjaannya telah memindahkan 7 hingga 13 kilogram tanah – lebih dari 80 kali berat mereka – dan paruh mengelupas sebesar 2 milimeter.

Nesting season is time for family alliances and intrigue. Members of the Meropidae family, which includes 25 species of bee-eaters, are famously cooperative breeders. In any colony there are apt to be numerous nest helpers—sons or uncles who help feed their father's or brother's chicks. The helpers benefit too: Parents with helpers can provide more food for chicks to continue the family line. The trick, of course, is to recruit helpers. Cornell University biologist Stephen Emlen, who spent nearly a decade studying the behavior of white-fronted bee-eaters, a cousin of the European species that lives in Kenya, found that they often use strong-arm tactics. After digging the burrow, a male bee-eater typically engages in courtship feeding—impressing his mate by bringing her a tasty bee or dragonfly. Emlen and his colleague Peter Wrege watched parents butt into their son's business, begging for the courtship treat or barging in between the mated pair. If that didn't work, a parent might block the entrance to the son's burrow, preventing the female from entering to lay her eggs. After a while some sons succumbed to the pressure, abandoning their own breeding efforts to become helpers at their parents' nests.
Musim bersarang adalah waktu untuk persekutuan dan intrik keluarga. Burung anggota keluarga Meropidae, yang termasuk 25 jenis kirik-kirik, terkenal sebagai pembiak yang koperatif. Di setiap koloni ada kecenderungan terdapat banyak pembantu sarang – putra atau paman yang membantu memberi makan anak-anak dari ayah atau saudara. Para pembantu tersebut juga mendapatkan keuntungan: orangtua dengan pembantu dapat menyediakan lebih banyak makanan bagi anak-anak untuk melanjutkan garis keluarga. Taktiknya, tentu saja, adalah merekrut pembantu-pembantu. Biolog Cornell University Stephen Emlen, yang telah menghabiskan hampir setahun mempelajari perilaku para white-fronted bee-eater, sepupu dari spesies Eropa yang hidup di Kenya, menemukan bahwa mereka sering menggunakan taktik-taktik lengan-kokoh yang memaksa jantan-jantan yang lebih lemah untuk membantu. Setelah menggali liang, seekor bee-eater jantan secara khusus menawarkan makanan pada pasangannya – mengesankan pasangannya dengan membawakannya lebah atau capung yang lezat. Emlen dan koleganya Peter Wrege mengamati para orangtua mencampuri urusan putra mereka, memohon untuk penyuguhan bagi pasangannya atau mendesakkan diri mereka sendiri di antara pasangan yang telah kawin. Jika hal itu tidak berhasil, induk mungkin menghalangi jalan masuk menuju ke liang putranya, mencegah betina masuk dan meletakkan telurnya. Setelah beberapa saat beberapa putra-putra menyerah pada tekanan, meninggalkan usaha-usaha berkembang biak mereka untuk menjadi pembantu-pembantu pada sarang orangtua mereka.

European bee-eaters aren't quite as ruthless. They're more likely to find helpers among males whose own nests fail through natural causes. Trickery and theft aren't uncommon, though. "Almost everything naughty you can think of happens in those colonies," says Fry. If a female leaves her burrow to feed, another female may sneak in to lay eggs—a tactic to fool the neighbor into raising a stranger's brood. Similarly, if a male leaves the nest unguarded, other males may seize the opportunity to copulate with his mate. Other bee-eaters occasionally turn to robbery, harassing neighbors who return with food until they drop the insect and the thief can fly away with the goods.
Burung-burung European bee-eater tidak sekejam itu. Kirik-kirik lebih cenderung mencari pembantu di antara jantan yang sarangnya sendiri rusak akibat penyebab alami. Penipuan dan perampokan tidak luar biasa, betapa pun. “Hampir segala hal nakal yang dapat Anda pikirkan terjadi pada koloni-koloni tersebut,” kata Fry. Jika seekor betina meninggalkan liangnya untuk memberi makan, betina lain dapat menyelinap masuk untuk meletakkan telurnya – sebuah taktik untuk membodohi tetangga sehingga membesarkan anak-anak orang asing. Hal serupa, jika seekor jantan meninggalkan sarangnya tidak dijaga, jantan lainnya dapat meraih kesempatan untuk kawin dengan pasangannya. Kirik-kirik lain kadang-kadang berubah menjadi perampokan, mengganggu para tetangga yang kembali dengan makanan hingga menjatuhkan serangga tersebut dan perampok dapat terbang dengan barang-barangnya.

It's a short, spectacular life. A long-lived European bee-eater will survive five years, maybe six. The rigors of migration, dodging falcons along the way, take a toll on every bird. Bee-eaters today also have to contend with the loss of insects to pesticides and the disappearance of breeding sites as rivers are turned into concrete-walled canals. But what a story: bee chases, hive raids, brush fires, nest intrigue, and Gibraltar crossings packed into those years. "Common throughout its range," say the bird guides, but the phrase does this bold, beautiful bird injustice.
Itu adalah kehidupan singkat yang luar biasa. Seekor kirik-kirik yang berumur panjang akan bertahan hidup selama lima tahun, mungkin enam. Kekerasan migrasi, menghindari burung elang di sepanjang jalan, melelahkan setiap burung. Kirik-kirik saat ini juga harus berjuang karena kehilangan serangga akibat pestisida dan hilangnya tempat berbiak karena sungai diubah menjadi kanal berdinding semen. Meski hidup mereka singkat, namun penuh kejayaan dan petualangan: perburuan lebah, penyerangan sarang, kebakaran semak, intrik sarang, dan penyeberangan Gibraltar memadatkan tahun-tahun tersebut. “Lazim dijumpai di semua area tempat burung itu hidup,” kata para pemandu burung, tetapi semua ini tidak cukup baik bagi burung hebat dan indah yang tidak lazim.


Foto-foto terkait:

Sumber:
Melukis Langit

2 comments:

10 Contoh Advertisement Iklan Teks Bahasa Inggris dan Artinya said...

wow sungguh puisi bahasa inggris yang sangat bagus sekali bagi yang mengetahuinya. Dan dalam puisi itu mencerminkan lingkungan yang ada di eropa. The Greatest poem

raquell agustien said...

makasih yah atas informasinya, jangan lupa kunjungi blog aku juga.
QUEENXXX92